Lulusan Perawat Wajib Disumpah, Kenapa?

Pimpinan & Anggota Senat bersama Prof. Elly Nurachmah, Profesor Perawat Pertama di Indonesia pada acara pengambilan sumpah profesi perawat atau ners di Hotel Sahid Mks
Pimpinan & Anggota Senat Perguruan Tinggi bersama Prof. Dra. Elly Nurachmah, M.App.Sc., DNSc, Profesor Keperawatan Pertama di Indonesia pada acara pengambilan sumpah profesi perawat atau ners di Hotel Sahid Mks

Di setiap institusi pendidikan tinggi keperawatan acara pengambilan sumpah perawat selalu dilaksanakan. Acara ini biasanya dirangkai dalam acara wisuda. Pengambilan sumpah perawat bertujuan untuk mengembankan tanggung jawab profesi perawat kepada para lulusan agar ketika dihadapkan langsung ke masyarakat, para lulusan dapat menjadi perawat yang bertanggung jawab. Melalui sumpah profesi yang diucapkan, perawat Haruslah Profesional dan Bertanggung Jawab.

Sumpah perawat, juga merupakan hal penting bagi perawat dimana sumpah tersebut mengandung perkataan janji kepada diri sendiri dan hubungan antara individu dengan penciptanya.
Sumpah Perawat Indonesia merupakan sumber nilai moral dalam praktik keperawatan yang dilaksanakan oleh setiap perawat yang telah lulus pendidikan keperawatan dan siap melakukan praktik keperawatan.

Hal diatas sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 38 tahun 2014 tentang keperawatan, bahwa sumpah perawat merupakan salah satu persyaratan bagi perawat guna melakukan registrasi untuk memperoleh Surat Tanda Regristrasi (STR), sebagai bentuk bahwa perawat dapat melaksanakan tugas dan wewenang dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien.

Itulah alasan mengapa perawat harus disumpah.

“Bagi mereka yang lulus dari jenjang profesi keperawatan, sebelum masuk ke lapangan mereka harus diambil dulu sumpahnya sebagai perawat. Agar, pada saat terjun ke lapangan, mereka betul-betul punya komitmen bahwa mereka ingin menjadi perawat profesional dan bertanggung jawab terhadap dirinya, profesinya, maupun terhadap Tuhannya masing-masing,”

Acara Sumpah Perawat

LAFAL/ NASKAH SUMPAH PERAWAT
Saya bersumpah bahwa:
1. Saya akan membaktikan hidup saya // untuk kepentingan kemanusiaan // terutama dalam
bidang kesehatan // tanpa membeda-bedakan kesukuan // kebangsaan // keagamaan // jenis
kelamin // golongan // aliran politik // dan kedudukan sosial.
2. Saya akan menghormati setiap hidup insani // sepanjang daur kehidupannya.
3. Saya akan mempertahankan dan menjunjung tinggi // martabat profesi keperawatan //
dengan terus menerus mengembangkan ilmu keperawatan.
4. Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui // karena pekerjaan dan keilmuan
saya sebagai perawat // kecuali jika diminta keterangan untuk proses hukum.
5. Saya akan senantiasa memelihara hubungan baik // antar sesama perawat.
6. Saya akan membina kerja sama sebaik-baiknya // dengan tenaga kesehatan dan pihak lain //
dalam pemberian pelayanan kesehatan.
7. Saya akan tetap memberikan penghormatan yang selayaknya // kepada guru dan
pembimbing saya.
8. Saya ikrarkan sumpah ini // dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh keinsyafan.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi kekuatan kepada saya.

Kode Etik Keperawatan Indonesia

Kode Etik Keperawatan Indonesia
Kode Etik Keperawatan Indonesia terdapat dalam Keputusan Musyawarah Nasional Persatuan Perawat Nasional Indonesia Nomor 09/MUNAS IV/PPNI/ 1989. Bunyi naskahnya seperti berikut ini:

Mukadimah
Sebagai profesi yang turut serta mengusahakan tercapainya kesejahteraan fisik, materi, dan mental spiritual untuk makhluk insani dalam wilayah Republik Indonesia maka kehidupan profesi keperawatan di Indonesia selalu berpedoman kepada sumber asal, yaitu kebutuhan masyarakat Indonesia akan pelayanan keperawatan.

Warga keperawatan di Indonesia menyadari bahwa kebutuhan akan keperawatan bersifat universal bagi klien (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat). Oleh karena itu, pelayanan yang diberikan oleh perawat selalu berdasarkan kepada cita-cita yang luhur, niat yang murni untuk keselamatan dan kesejahteraan umat tanpa membedakan, kebangsaan, kesukuan warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik, dan agama yang dianut, serta kedudukan sosial.
Dalam melaksanakan, tugas pelayanan keperawatan kepada klien, cakupan tanggung jawab perawat Indonesia adalah meningkatkan derajat kesehatan, mencegah terjadinya penyakit, mengurangi dan menghilangkan penderitaan, serta memulihkan kesehatan dilaksanakan atas dasar pelayanan yang paripurna.

Dalam melaksanakan tugas profesional yang berdaya guna dan berhasil guna, para perawat mampu dan ikhlas memberikan’ pelayanan yang bermutu dengan memelihara dan meningkatkan integritas pribadi yang luhur dengan ilmu dan keterampilan yang mempengaruhi stander serta dengan kesadaran bahwa pelayanan yang diberikan merupakan bagian dan upaya kesehatan secara menyeluruh.

Dengan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa dalam melaksanakan tugas Pengabdian untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa, dan tanah air, Persatuan Perawat Nasional Indonesia menyadari bahwa perawat Indonesia yang berjiwa Pancasila dan berlandaskan pada UUD 1945, merasa terpanggil untuk menunaikan kewajiban dalam bidang keperawatan dengan penuh tanggung jawab, berpedoman pada dasar-dasar seperti tertera uraian di bawah ini. Tanggung jawab perawat meliputi:

  • Tanggung jawab perawat terhadap individu, keluarga, dan masyarakat
  • Tanggung jawab perawat terhadap tugas
  • Tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan Lainnya
  • Tanggung jawab perawat terhadap profesi perawatan
  • Tanggung jawab perawat terhadap pemerintah, bangsa, dan tanah air.

1. Tanggung jawab perawat terhadap individu, keluarga, dan masyarakat
• Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya senantiasa berpedoman pada tanggung jawab yang pangkal tolaknya bersumber pada adanya kebutuhan terhadap perawatan untuk individu, keluarga, dan masyarakat.
• Perawat dalam melaksanakan pengabdian dalam bidang perawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai budaya, adat istiadat, dan kelangsungan hidup beragama dan individu, keluarga, dan masyarakat.
• Perawat dalam melaksanakan kewajibannya bagi individu dan masyarakat senantiasa dilandasi dengan rasa tulus ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur perawatan.
• Perawat senantiasa menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan individu dan masyarakat dalam mengambil prakarsa dan mengadakan upaya kesehatan khususnya serta upaya kesejahteraan pada umumnya sebagai bagian dan tugas kewajibannya bagi kepentingan masyarakat.

2. Tanggung Jawab perawat terhadap tugas
• Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan perawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan perawatan, sesuai dengan kebutuhan individu atau klien, keluarga, dan masyarakat
• Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya.
• Perawat tidak akan mempergunakan pengetahuan dan keterampilan perawatan untuk tujuan yang bertentangan dengan norma kemanusiaan.
• Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, keagamaan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik, agama yang dianut, serta kedudukan sosial.
• Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan dan keselamatan, pasien, dalam melaksanakan tugas perawatan serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalihtugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya dengan perawatan.

3. Tanggung Jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan Lainnya
• Perawat senantiasa memelihara hubungan baik antar sesama perawat dan dengan tenaga kesehatan lain, baik dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara “keseluruhan”.
• Perawat senantiasa menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan, dan pengalamannya kepada sesama perawat serta menerima pengetahuan dan pengalaman dan profesi lain dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam bidang perawatan.

4. Tanggung jawab perawat terhadap profesi keperawatan
• Perawat selalu berusaha meningkatkan kemampuan profesional secara sendiri atau bersama-sama dengan jalan menambah ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan perawatan.
• Perawat selalu menjunjung tinggi nama baik profesi dengan menunjukkan tingkah laku dan kepribadian yang luhur.
• Perawat senantiasa berperan dalam menentukan pembakuan pendidikan dan pelayanan perawatan serta menerapkan karirya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan perawatan.
• Perawat secara bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi profesi perawatan sebagai sarana pengabdiannya.

5. Tanggung Jawab perawat terhadap pemerintah, bangsa, dan tanah air.
• Perawat senantiasa melaksanakan ketentuan sebagai yang digariskan oleh pemerintah dalam bidang kesehatan dan perawatan.
• Perawat senantiasa berperan aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan dan perawatan kepada masyarakat.

Contoh Surat Permohonan Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP)

Perihal : Permohonan Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP)

Kepada Yth
Pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (. . . . . . .)
Dengan hormat

Saya yang bertanda tangan dibawah ini
Nama Lengkap : (. . . . . . .)
Alamat : (. . . . . . .)
Tempat, tanggal lahir : (. . . . . . .)
Jenis Kelamin : (. . . . . . .)
Tahun Lulusan : (. . . . . . .)

Bermaksud mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP).
Sebagai pertimbangan bapak/ibu berikut saya lampirkan:
a. Fotocopy Surat Tanda Registrasi (STR)
b. Rekomendasi dari organisasi profesi
c. Surat pernyataan memiliki tempat praktik
d. Pas foto berwarna terbaru ukuran 4×6 sebanyak 3 (tiga) lembar
e. Surat keterangan sehat

Atas perhatian bapak/ibu saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya
(tanda tangan)
(nama)

Surat permohonan SIPP
Contoh Surat permohonan SIPP

Hasil Polling Perawat Indonesia: 3 Figur Potensial Sebagai Kandidat Ketua Umum PPNI Periode Mendatang.

Perawat.co.id merilis hasil survei mengenai figur yang layak sebagai ketua umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada periode mendatang menurut publik (perawat Indonesia).

Poling survei publik perawat ini dilakukan pada 18 Maret – 12 April 2018 dengan jumlah votes sebanyak 5124 orang. Mereka yang ikut poling survei adalah publik perawat se-Indonesia yang ada di sosial media komunitas perawat Indonesia.

1. Dr. Edy Wuryanto, M.Kep
Hasilnya, Dr. Edy Wuryanto, M.Kep yang saat ini menjabat sebagai ketua DPW PPNI Jateng ini memperoleh vote paling tertinggi dibanding figur lainnya, yaitu 57.59% – ( 2947 votes )

2. Prof. Nursalam
Posisi kedua ditempati Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Nursalam, dengan vote sebanyak 15.67% – ( 802 votes ).

3. Prof. Budi Anna Keliat
Pada posisi ketiga ditempati Prof. Budi Anna Keliat. Pakar keperawatan jiwa ini dipilih sebanyak 8.93% – ( 457 votes ).

4. Harif Fadhillah, SH., M.Kep
Kemudian, Harif Fadhillah, SH., M.Kep menempati urutan keempat dengan 5.86% – ( 300 votes ).

5. Prof. Achir Yani Hamid
Urutan kelima ditempati oleh mantan Ketua Umum PPNI sebelumnya, Prof. Achir Yani Hamid memperoleh sebanyak 3.07% – ( 157 votes )

Selain 5 figur diatas, para voters juga ada yang memilih kandidat lain seperti Wawan Hermawan, Ketua DPW Jabar saat ini, juga Sirajudin Noor, S.Kp., M.Kes, Syaifoel Hardy, MN dan lainnya dengan total sebanyak 8.87% – ( 454 votes )

Sumber data poling: perawat.co.id KLIK DISINI

Berikut beberapa cuplikan komentar dan harapan serta keinginan perawat Indonesia tentang figur Ketua Umum DPP PPNI mendatang;

Merisa Deniati Reiza:
Sapa pun yg jd ketum ppni nnt semoga bs mengangkat harkat n martabat perawat n bs mensejahterakn perawat , bs memperjuangkan para perawat untk mndptkn gaji yg layak seperti bidan ptt yg udh diangkat jd pns kmi pun ingn seperti mereka

Seragi Saur:
Cari figur yg pernah merasakan jadi perawat sesungguhnya.Bukan figur akademis yg cuma pintar teori. Tapi tidak pernah merasakan susahnya jadi perawat didunia kerja.

Bambang Eko W: ·
Jangan Asal Pilih dikarenakan asal daerah,Utamakan Yang Mengerti Tentang Kondisi Perawat Saat ini Khusus TKS dan Kontrak.

Purhadi Thoriq:
Siapa saja yang penting bisa mengayomi profesi perawat terlepas dari latar belakang pendidikannya, mau vokasi atau akademi itu adalah pilihan yg difasilitasi oleh negara.

Trias Dwi:
Yang sangat mengerti dengan kondisi perawat dibawah dan berani berkorban utk marwah perawat adalah edy wuryanto

Tris Mata:
Pa edy wuryanto figure yg tepat Untuk memimpin Ppni ke depan, sebagaimana jawa tengah yg sdh sedemikian maju selama beliau menjabat.

Sholeh Mbarep
Pak Edy Wuryanto.. sudah terbukti di Jawa tengah..

Nariman Alhuraibi:
Bapak edy wuryanto semoga saja bis a maju jadi ketum PPNI selanjutnya

R Kurniawan:
Pak Edi lah… Sumut mendukung penuh… Tolong kesejahteraan perawat terutama perawat TKS/Honorer yg telah mengabdikan dirinya untuk negeri ini…

Komentar dan harapan tentang figur Ketua Umum DPP PPNI mendatang yang diinginkan oleh perawat Indonesia selengkapnya bisa baca DISINI

 

Perawat Jateng Minta DPP PPNI “Judicial Review” UU Keperawatan ke MK

Perawat.co.id – Atas usulan perawat se Jawa Tengah melalui DPD ke DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) telah melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada bulan Februari 2018 tentang “Regulasi Praktik Keperawatan” yang dihadiri oleh Ketua Umum DPP PPNI, pakar akademisi, pakar akademisi dan praktisi hukum kesehatan, pengurus DPW dan Ketua DPD se Jawa Tengah.

Salah satu kesimpulan Focus Group Discussion (FGD) adalah DPP PPNI diminta untuk melakukan peninjauan kembali “Judicial Review” Undang-Undang Keperawatan ke Mahkamah Konstitusi, Uji Materi ke Mahkamah Agung, Legislative Review ke DPR-RI dan Executive Review ke Pemerintah.

Secara lengkap tentang hasil Focus Group Discussion (FGD) seperti terlampir berikut ini:

1. Berbagai regulasi yang melanggar asas ketidakadilan bagi perawat dan praktik Keperawatan (seperti terlampir).

2.Ketidakadilan regulasi tersebut khususnya terkait dengan jenis dan jenjang pendidikan perawat; praktik dan perijinan keperawatan; tugas, fungsi dan kewenangan perawat, delegasi wewenang dengan tetap memperhatikan fungsi independent, dependent dan interdependent; praktik mandiri keperawatan; kesejahteraan perawat dan posisi strategis dalam jabatan manajemen pelayanan kesehatan.

3.DPP PPNI diminta untuk membentuk tim ad-hock dari berbagai pihak yang kompeten dan mampu untuk melakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi, Uji Materi ke Mahkamah Agung, Legislative Review ke DPR-RI dan Executive Review ke Pemerintah, sesuai dengan substansi dari masing-masing regulasi dimaksud.

4. Tim ad-hock bertugas menyusun prioritas dari berbagai regulasi dimaksud, menyiapkan naskah akademik dengan memperhatikan konstruksi figur hukum perawat Indonesia, mengkondisikan legal standing, dan tugas lain hingga proses amandemen regulasi diselesaikan.

5. Segala biaya yang diperlukan untuk proses Judicial Review, Uji Materi, Legislative Review dan Executive Review telah dianggarkan oleh DPP PPNI pada tahun anggaran 2018.

6. Segala kegiatan untuk proses Judicial Review, Uji Materi, Legislative Review dan Executive Review dilaksanakan mulai awal tahun 2018.

Demikian atas dukungan, perhatian dan kerjasamanya, kami sampaikan terima kasih.

Rekomendasi Judisial Review UU Keperawatan
Judisial Review UU Keperawatan

Rekomendasi Judisial Review UU Keperawatan

Skill Dasar Yang Harus Dikuasai Perawat Homecare

Perawat Home Care
Perawat Home Care

Sesuai SK Dirjen Dirjen YAN MED NO HK. 00.06.5.1.311 menyebutkan ada 23 tindakan keperawatan mandiri yang bisa dilakukan oleh perawat home care antara lain :

1) Vital sign
2) Memasang nasogastric tube
3) Memasang selang susu besar
4) Memasang cateter
5) Penggantian tube pernafasan
6) Merawat luka dekubitus
7) Suction
8) Memasang peralatan O2
9) Penyuntikan (IV,IM, IC,SC)
10) Pemasangan infus maupun obat
11) Pengambilan preparat
12) Pemberian huknah/laksatif
13) Kebersihan diri
14) Latihan dalam rangka rehabilitasi medis
15) Tranpostasi klien untuk pelaksanaan pemeriksaan diagnostik
16) Penkes
17) Konseling kasus terminal
18) konsultasi/telepon
19) Fasilitasi ke dokter rujukan
20) Menyiapkan menu makanan
21) Membersihkan Tempat tidur pasien
22) Fasilitasi kegiatan sosial pasien
23) Fasilitasi perbaikan sarana klien.

Siap-siap ! KemenHukHAM Buka Lowongan CPNS 2017 Formasi Perawat 100 Orang

Melalui surat yang beredar tertanggal 2 Juni 2017, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia merencanakan akan membuka  lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tahun 2017 .
 
Dalam edarannya tertulis  bahwa “Pengumuman pengadaan cpns akan dibuka pada Juli 2017,serta Pendaftaran secara online mulai tanggal 25 Juli sampai dengan 28 Agustus 2017.
 
Dalam edaran tersebut, ada 17.526  lowongan termasuk 100 orang lowongan untuk formasi tenaga perawat.
Jadi bagi teman-teman yang ingin melamar silahkan persiapkan diri, dan tunggu dibuka secara resmi pengumuman pengadaan cpns diatas yang rencananya akan dibuka pada bulan Juli 2017.
Nanti pendaftaran online melalui http://www.sscn.bkn.go.id/ sebagaimana tertera pada lampiran berikut.

Edaran Tentang Nomenklatur Pendidikan Keperawatan

KepadaYth.
Pimpinan Institusi Pendidikan Keperawatan
Di Seluruh Indonesia

Merespon Permenristekdikti nomor 15 tahun 2017 tentang Penamaan Program Studi Pada Perguruan Tinggi dan Rancangan Lampiran Permenristekdikti yang memuat Gelar dan Tata Cara Penulisan Gelar di Perguruan Tinggi versi 02 Mei 2017 yang sedang masa Uji Publik, kami dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) menyampaikan bahwa Penamaan Program Studi dan Gelar Keperawatan masih tetap seperti yang berlaku saat ini dan belum mengalami perubahan sampai dengan dikeluarkan Peraturan Baru.

Selanjutnya perlu kami sampaikan pula bahwa AIPNI telah mengusulkan tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi khususnya bidang Ilmu Keperawatan, yang memuat lampiran daftar nama program studi yang akan dijadikan lampiran Peraturan Menteri tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi yang akan dikeluarkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, sebagai berikut:

Nomenklatur Pendidikan Keperawatan

Demikian informasi ini kami sampaikan terkait Rumpun Ilmu dan Gelar Lulusan Perguruan Tinggi Keperawatan dengan berbagai jenjang dan jenis pendidikan.

Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami sampaikan terima kasih.
Ketua AIPNI
Dr. Muhammad Hadi, SKM., M.Kep

Tembusan
1. Kopertis Wilayah I s/d XIV
2. Pimpinan Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia
3. DPP PPNI dan DPW PPNI Seluruh Indonesia

 

Edaran tentang Nomenklatur Pendidikan Keperawatan
Surat Edaran tentang Nomenklatur Pendidikan Keperawatan

Surat Tanda Registrasi (STR) Perawat

Surat Tanda Registrasi yang disingkat STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Dengan STR, maka perawat dapat melakukan aktivitas pelayanan kesehatan.

 

Surat Tanda Registrasi Perawat

Untuk mendapatkan STR, perawat harus memiliki ijazah dan sertifikat kompetensi. Dan Ijazah serta sertifikat kompetensi tersebut diberikan kepada peserta didik setelah dinyatakan lulus ujian program pendidikan dan uji kompetensi.

Sertifikat kompetensi berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang setiap 5 (lima) tahun.

Sesuai dengan Permenkes 46 tahun 2013, Sertifikat kompetensi yang telah habis masa berlakunya dapat diperpanjang melalui partisipasi tenaga kesehatan dalam kegiatan pendidikan dan/atau pelatihan serta kegiatan ilmiah lainnya sesuai dengan bidang tugasnya atau profesinya. Perolehan Satuan Kredit Profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus mencapai minimal 25 (dua puluh lima) Satuan Kredit Profesi selama 5 (lima) tahun.

Perawat yang Lulusan sebelum tahun 2012, maka dilakukan Pemutihan STR, yaitu tidak dilakukan Uji kompetensi untuk mendapatkan STR, tetapi cukup dengan melampirkan persyaratan sebagai berikut :

1. Ijazah Perawat terakhir (SPK/DIII/Ners/Ners Spesialis)yg dilegalisir : 2 lembar
2. Pas Foto 4×6 latar belakang merah 3 Lembar
3. Pemutihan diajukan langsung ke MTKI secara kolektif atau individu dengan surat pengantar oleh Organisasi Profesi, Institusi Pelayanan, dan Institusi Pendidikan.

Alur Pengurusan STR terbaru

Alur pengurusan STR sesuai dengan kebijakan MTKI terbaru adalah sebagai berikut :
1) Pengajuan berkas persyaratan STR secara Individu / kolektif ke MTKP
2) Pemohon menyerahkan berkas persyaratan STR ke MTKP
3) MTKP menginput data dan menverfikasi
4) MTKP mengirim berupa softcopy data dan pas foto saja ke MTKI.
5) MTKI melakukan verifikasi data ulang (yang berupa softocopy) , setelah data diverikasi softcopy data siap dicetak, ditempel foto, dan disahkan lalu dibuat legalisirnya.
6) STR akan dikirim ke MTKP dan selanjutnya STR diambil oleh perawat ybs di MTKP.

Syarat-syarat pengajuan STR
a) Fotocopy ijazah yang dilegalisir cap basah : sekolah perawat kesehatan/ DIII Keperawatan / S1 keperawatan + profesi ners / S2 Keperawatan + ners spesialis
b) Pas Foto 4×6 dengan background merah

Untuk Pengajuan STR mulai dari Juni 2013 terkena PNBP sesuai PP.21 .

Setiap orang yang mengurus membayar Rp. 100.000 dan secara manual (tdk lewat ATM) ditransfer ke rekening :

BRI KEMAYORAN No.019301001868307
an. Pustanserdik.

Bukti transfer BRI asli dilampirkan dlm permohonan STR.
bila masih belum jelas, silahkan hubungi MTKI terlebih dahulu untuk prosedur lebih jelas dan lengkap (no telpon 021-72800743)

Khusus untuk pengajuan STR Luar Negeri terbagi menjadi dua:
1) Apabila yang bersangkutan sedang bekerja di Luar negeri, maka pengurusan STR sbb:
a) Fotocopy ijazah yang dilegalisir cap basah : sekolah perawat kesehatan/ DIII Keperawatan/ S1 keperawatan + profesi ners / S2 Keperawatan + ners spesialis
b) Pas Foto 4×6 dengan background merah
c) Fotocopy passport
d) Surat yang menyatakan bahwa Bapak sedang bekerja di Luar negeri dr instansi setempat
e) Surat rekomendasi dari Pusrengun BPPSDM Kesehatan Kemenkes RI (mohon kirim berkas terlebih dahulu ke Pusrengun) dengan alamat: Jalan. Hang Jebat III Blok F3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

2) Apabila yang bersangkutan akan bekerja di luar negeri dan tidak butuh segera STR mohon diajukan ke MTKP setempat. Jika STR dibutuhkan mendesak maka diperbolehkan mengajukan ke MTKI dengan persyaratan dan prosedur sesuai dengan nomer 1 di atas.

Untuk hal-hal yang tidak jelas, silahkan ditanyakan langsung ke sekretariat MTKI dengan alamat : Jalan Hang Jebat III Blok F3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan
No. Tlp: 021-72800743

Terkait Pengurusan STR bisa juga kontak ke MTKP tiap-tiap Propinsi. Berikut Daftar Kontak MTKP SE-INDONESIA:

SUMATERA UTARA
Jln. H.M. Yamin, SH No.41 A Medan
HP: 081264086000, Telp: 061-4524550
drgjauhari@yahoo.com, Fax: 061-4524550

SUMATERA BARAT
Jln. Perintis Kemerdekaan No. 65 Padang
HP: 0811668930 Telp: 0751-39796
drgbakhtar@yahoo.co.id Fax: 0751-33437

RIAU

Dinas Kesehatan Provinsi Riau
HP: 08127675877 Jln. Cut Nyak Dien III Pekanbaru
Telp: 0761-32810 mtkp.riau@gmail.com
Fax: 0761-24260

BANGKA BELITUNG
Komplek Perkantoran Propinsi Kep. Babel
HP: 08127302863 riyadi_citro@yahoo.co.id
Telp: 0717-439034 dinkes_kepeg@yahoo.co.id
Fax: 0717-439034

JAWA BARAT
Jln. Pasteur No. 25 Bandung Jawa Barat
HP: 08122325625 enoersita5@yahoo.com
Telp: 022-4266516 mtkpjabar12@gmail.com
Fax: 022-4266516

JAWA TENGAH
Dinas Kesehatan Provinsi Jateng
Jln. Piere Tendean No. 24 Semarang
Telp: 024-3511351 mtkpjateng@yahoo.co.id ext: 415 ,Fax: 024-3581963

DIY
Dinkes Kesehatan Provinsi DIY
HP: 08174114155 Jln. Tompeyan R III / 201 Yogyakarta
Telp: 0274-580987 elvyeffendie@yahoo.com Fax: 0274-580987

BALI
Dinas Kesehatan Provinsi Bali HP: 085935353510

Jln. Melati No.20 Denpasar (sekretariat an Naning)
o_nenk@yahoo.co.id Telp: 0361-222412 Fax: 0361-234

KALIMANTAN SELATAN
Jln. Belitung Darat 118 Banjarmasin HP: 081230797474

Telp: 0511-3355661 sukamto.67_bjm@yahoo.co.id

KALIMANTAN TIMUR
Jln. A. Wahab Syahranie Samarinda HP: 081347363909
nakeskltim@gmail.com Telp: 0541-748681
tantrihas@yahoo.co.id Fax: 0541-748681

KALIMANTAN TENGAH
Jln. Yos Sudarso No. 9 Palangkaraya
HP: 081528321511 Telp: 0536-3220434
mtkp_kalteng@yahoo.com Fax: 0536-3220434

GORONTALO
Jln. Pangeran Hidayat HP: 081340222537 Kel. Paguyaman Kec. Kota Tengah
Telp: 0435-831605 mtkp_gorontalo@yahoo.com Kota Gorontalo
831604 Fax: 0435-831604
SULAWESI BARAT
Jln. Kurungan Bassi No. 19 Mamuju HP: 081342126262 Telp: 0426-21027
mtkp_sulbar@yahoo.com Fax: 0426-22579

MALUKU
Jln. Dewi Sartika Karang Panjang
Ambon Telp: 0911-355668 asraramq@rocketmail.com/ 355158 Fax: 0911-355668 / 345924

NTB
Jln. Swaramahardika Mataram HP: 0818361764 nining_70@yahoo.co.id

Dinkes Provinsi NTB

NTT
Dinkes Provinsi NTTHP: 081331567070wkimdju@yahoo.comJln. Palapa 22 KupangTelp: 0380-820189 florentianustat@yahoo.co.id Fax: 0380-820189

NAD
Jln. TGK Syech Mudawali HP: 081528321511 No. 6 Banda Aceh Telp: 0651-28356
sariesna@yahoo.com Fax: 0651-28356

SULAWESI SELATAN
Dinkes Prov. Sulsel HP: 081241297071 MTKP.SULSEL@yahoo.co.id

Jln. Perintis Kemerdekaan KM 11 No. 11 Tamalanrea Makassar

JAMBI
Jln RM. Nuratmadibrata, Jambi 0741-61175
mtkpjambi@yahoo.com
DKI JAKARTA
Jln. Dinas Kesehatan No. 10, Jakarta Pusat HP: 08129386323
arianimurti@yahoo.co.id Telp: 021-3451338

LAMPUNG
Dinkes Prov Lampung0721-264091 / 0812-7906157
ppsdmdinkeslampung@yahoo.com Jln. Dr. Susilo No. 46 Pahomah Bandar Lampung

MALUKU UTARA
Jln. Raya 40 Soffi Kec. Oba Utara Tidore 08129089411/0921-3127596(fax)
fantoafyan@yahoo.co.id Maluku Utara 0921-3128555

MTKP BANTEN

Dinkes Provinsi Banten 0254-267023 / 081-806230240
leli.sdk_banten@yahoo.com Jln. Syeich Maulana Al- Bantani KP3B, Serang

PAPUA BARAT
Jln. Kotaraja No. 2 Manokwari 0986-212817 nurma_dr@yahoo.com

KALIMANTAN BARAT
Jln. Abdul Hadi No. 07 Pontianak 0561-766854 / 0852-45370499
dd.live@ymail.com 0561-766854 (Fax)

SULAWESI TENGAH
Jln R.A. Kartini No. 11 Palu 0451-421070 / 0816-240449
mtkp_sulteng@yahoo.com

JAWA TIMUR
Dinkes Prov Jawa Timur 031-8291745 / 081-334627768
cid_akzi@yahoo.com Jln. A. Yani II Bsofie_nayma@yahoo.com

BENGKULU
Jln Indragiri 2 Padang Harapan 0736-22428 / 0852-17781210
yellowdee1725@gmail.com 0736-23276, 21290, 343549 dinkesbkl@yahoo.com

PAPUA
Jln. Raya Abepura Kotaraja Jayapura 0967-581558

SULAWESI UTARA
Dinkes Prov Sulut 0431-862892 / 0815-2301801
kepegdiknas_sulut@yahoo.com Jln. 17 Agustus Manado Sulut

KEP RIAU
Jln. Ahmad Yani 162, Tanjung Pinang
0771-7330132 / 0811755211 anidewiyana@yahoo.co.id

SUMATERA SELATAN
Jln. Dr. Moh Ali Komp. RSMH KM 3,5 0711-321707 (fax), 0812-675877
mahdalena.desi@yahoo.com Palembang

Tentang Defenisi Perawat

Perawat

Perawat dalam bahasa Inggris (nurse) berasal dari bahasa Latin: nutrix yang berarti merawat atau memelihara) adalah profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan masyarakat sehingga mereka dapat mencapai, mempertahankan, atau memulihkan kesehatan yang optimal dan kualitas hidup dari lahir sampai mati.

Salah satu tokoh atau pelopor keperawatan dunia adalah Florence Nightingale. Dia dikenal dengan sebutan Bidadari Berlampu (The Lady With The Lamp) atas jasa-jasanya yang tanpa kenal takut mengumpulkan korban perang pada perang Krimea, di semenanjung Krimea, Rusia.

Saat ini perawat bekerja dalam berbagai spesialisasi di mana mereka bekerja secara independen dan sebagai bagian dari sebuah tim untuk menilai, merencanakan, menerapkan dan mengevaluasi perawatan.

Ilmu Keperawatan adalah bidang pengetahuan dibentuk berdasarkan kontribusi dari ilmuwan keperawatan melalui peer-review jurnal ilmiah dan praktik yang dibuktikan berbasis.

Saat ini profesi keperawatan (perawat) telah memperoleh perlindungan hukum melalui undang undang keperawatan nomor 38 tahun 2014. Dengan adanya undang undang keperawatan tersebut diharapakan perawat dapat bekerja sesuai peran profesinya secara lebih profesional, bertanggungjawab dan lebih optimal.

Pendidikan profesi perawat di Indonesia semakin maju dan berkembang ditandai dengan adanya beberapa perguruan tinggi keperawatan  telah menawarkan spesialisasi dalam pendidikan masternya, diantaranya spesialis keperawatan anak, keperawatan jiwa, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan onkologi dan lain-lain.

Pendidikan keperawatan di Indonesia di golongkan menjadi 4 (empat) kelompok yakni:

1.Pendidikan vokasi, ditempuh dalam waktu 3 (tiga) tahun untuk diploma 3 dengan gelar ‘Ahli Madaya Keperawatan (Amd.Kep) dan 4 tahun untuk vokasi khusus dengan gelar Sarjana Sians Terapan (S.ST)

2.Pendidikan profesional, ditempuh dalam waktu 4 (empat) tahun untuk program Sarjana Keperawatan (S.Kep) dan tambahan sekitar 1 (satu) tahun untuk pendidikan profesi Ners (Ns)

3.Pendidikan Magister dan Spesialis, yakni Master Keperawatan (M.Kep) ditempuh dalam waktu 2 (dua) tahun dan tambahan sekitar 1 (satu) tahun spesialis keperawatan, seperti spesialis keperawatan anak, keperawatan jiwa, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah

4. Pendidikan doktoral atau S3 Keperawatan, merupakan jenjang pendidikan tertinggi yang ditempuh oleh perawat dengan melakukan riset tentang keperawatan.