Perawat Tamatan D3 Kini Bisa Punya Gaji Tinggi Hingga 21 Juta per Bulan

Tahukah anda menjalani profesi sebagai perawat bisa bergaji tinggi?

Seperti dimuat di situs tempo.co, adalah Rian Setiawan, 23 tahun, perawat kesehatan asal Bengkulu yang melakukan pekerjaan di sebuah panti jompo di kota Yokohama, Jepang .

Rian merupakan salah seorang perawat dari 300an perawat yang dikirim ke Jepang. Rian mengaku mendapatkan gaji cukup besar dengan menjadi perawat di negara Jepang tersebut.

“Kalau gaji di tempat saya bekerja sekitar 175 ribu yen atau sekitar 21 juta rupiah,” kata Rian Setiawan kepada Tempo 4 Juni 2018.

Rian mengisahkan yang dia peroleh selama bekerja di Jepang akan digunakan untuk melanjutkan kuliahnya. Sebelumnya, Rian telah menyelesaikan pendidikan D3 Keperawatan di Poltekkes, Kementerian Kesehatan Bengkulu.

Rian dan 328 perawat lainnya akan bekerja di Jepang dengan kontrak kerja selama 3 tahun hingga 4 tahun. Setelah melewati 1 (satu) tahun, mereka akan ditempatkan di rumah sakit dan panti jompo di berbagai wilayah yang ada di Jepang.

Lamaran bekerja sebagai perawat di Jepang ini tersedia di situs resmi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan tiket masuk ke Jepang pun akan dibiayai oleh pemerintah Jepang. Sebelum berangkat, para perawat ini juga berarti 12 Bahasa Jepang selama 6 bulan di Jakarta.

sumber: tempo.co

6 tanggapan untuk “Perawat Tamatan D3 Kini Bisa Punya Gaji Tinggi Hingga 21 Juta per Bulan

  • 8 Juni 2018 pada 5:11 pm
    Permalink

    Maaf harua bahasa apa ksana

    Balas
    • 8 Juni 2018 pada 6:18 pm
      Permalink

      Halo sejawat Vera Kristina ..

      Lamaran bekerja sebagai perawat di Jepang bisa cek di situs resmi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Tiket masuk ke Jepang akan dibiayai oleh pemerintah Jepang. Sebelum berangkat, dibekali Bahasa Jepang selama 6 bulan di Jakarta.

      Terima kasih, salam sukses.

      Balas
      • 9 Juni 2018 pada 10:25 am
        Permalink

        Apa saja syarat umum dan khususnya ?
        Usia berapa maksimal ?

        Balas
        • 9 Juni 2018 pada 5:50 pm
          Permalink

          Hai Dwi Martika

          Bila ingin mendaftar bekerja sebagai perawat ke Jepang harus berusia 21 sampai dengan 35 tahun,ijasah serendah-rendahnya lulusan D3 Keperawatan.

          Ijazah dan transkrip nilai yang dikumpulkan pun dibuat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dilegalisir dengan cap basah atau embose. Pendaftar juga lampirkan surat pernyataan bersedia ditempatkan sebagai careworker atau kaigofukushishi di Jepang, ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,- diketik manual atau komputer.

          Berikut Syarat umum mendaftar perawat ke Jepang:
          -Foto copy KTP yang masih berlaku;
          -Foto copy Paspor sekurang-kurangnya masih berlaku 1 (satu) tahun ke depan;
          -Foto copy Akte Kelahiran atau Surat Kenal Lahir;
          -Foto copy Kartu Pencari Kerja/AK1 yang dilegalisir dengan cap basah atau embose;
          -Asli Surat Ijin dari Orang Tua/Wali/Suami/Isteri yang ditandatangani diatas meterai Rp. 6.000,- diketik manual atau komputer wajib diketahui Lurah atau Kepala Desa;
          -Asli Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku;
          -Asli Medical Check up dengan hasil Fit yang masih berlaku dan tidak cacat fisik yang mengganggu dalam bekerja,dan bagi wanita tidak dalam keadaan hamil;
          Pas Foto berwarna terbaru dengan latar belakang putih, menghadap kedepan dan tampak jelas dengan ukuran 3×4 Cm sebanyak 6 (enam) lembar;
          -Bagi wanita tidak pernah bertato dan laki-laki tidak pernah bertato dan tidak pernah bertindik;
          -Membuat surat pernyataan tidak akan mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus matching yang ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,- dikettik manual atau komputer dan wajib diketahui oleh Orang Tua/Wali/Suami/Isteri;
          Membuat surat pernyataan tidak akan menuntut ganti rugi apabila dalam proses penempatan ditemukan kasus yang diakibatkan oleh calon TKI sehingga calon TKI dikeluarkannya dari tempat pelatihan yang ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,- diketik manual atau komputer dan wajib diketahui oleh Orang Tua/Wali/Suami/Isteri;
          Foto copy sertifikat kemampuan bahasa Jepang, bahasa Inggris atau bahasa lainnya dan sertifikat keterampilan lainnya (BCLS, BTLS, atau PPGD) bila ada.

          Info bisa juga di chek di website resmi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) >DISINI http://www.bnp2tki.go.id/

          Jadi bila berminat untuk mendaftar perawat ke Jepang, segera persiapkan syarat di atas. Akan ada tes berkala dari BNP2TKI jika syarat administrasi telah diterima. Selamat mencoba dan raih prestasi ke mancanegara.

          Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *