Edaran Tentang Nomenklatur Pendidikan Keperawatan

KepadaYth.
Pimpinan Institusi Pendidikan Keperawatan
Di Seluruh Indonesia

Merespon Permenristekdikti nomor 15 tahun 2017 tentang Penamaan Program Studi Pada Perguruan Tinggi dan Rancangan Lampiran Permenristekdikti yang memuat Gelar dan Tata Cara Penulisan Gelar di Perguruan Tinggi versi 02 Mei 2017 yang sedang masa Uji Publik, kami dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) menyampaikan bahwa Penamaan Program Studi dan Gelar Keperawatan masih tetap seperti yang berlaku saat ini dan belum mengalami perubahan sampai dengan dikeluarkan Peraturan Baru.

Selanjutnya perlu kami sampaikan pula bahwa AIPNI telah mengusulkan tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi khususnya bidang Ilmu Keperawatan, yang memuat lampiran daftar nama program studi yang akan dijadikan lampiran Peraturan Menteri tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi yang akan dikeluarkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, sebagai berikut:

Nomenklatur Pendidikan Keperawatan

Demikian informasi ini kami sampaikan terkait Rumpun Ilmu dan Gelar Lulusan Perguruan Tinggi Keperawatan dengan berbagai jenjang dan jenis pendidikan.

Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami sampaikan terima kasih.
Ketua AIPNI
Dr. Muhammad Hadi, SKM., M.Kep

Tembusan
1. Kopertis Wilayah I s/d XIV
2. Pimpinan Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia
3. DPP PPNI dan DPW PPNI Seluruh Indonesia

 

Edaran tentang Nomenklatur Pendidikan Keperawatan
Surat Edaran tentang Nomenklatur Pendidikan Keperawatan

35 tanggapan untuk “Edaran Tentang Nomenklatur Pendidikan Keperawatan

  • 14 Mei 2017 pada 11:47 pm
    Permalink

    Ass. Pak sy dari d3 perawat mau lanjut pendidikan mau ambil s1 sama profesi sekalian spesialis. Bisa gak sekalian

    Balas
    • 17 Mei 2017 pada 6:34 am
      Permalink

      Terimakasih sitti hadija,

      d3 perawat mau lanjut pendidikan mau ambil s1 sama profesi sekalian spesialis ? Itu bisa saja. Namun perlu mengikuti alur atau tahapan seleksi masing2 jenjang tersebut. Aturan teknisnya silahkan langsung kontak ke perguruan tinggi keperawatan yang dituju.

      Balas
  • 15 Mei 2017 pada 8:00 am
    Permalink

    Utk d4 dan s2 terapan gimana pak

    Balas
    • 17 Mei 2017 pada 6:53 am
      Permalink

      D4 masuk dalam kategori pendidikan terapan, dan belum diatur disini.

      Balas
  • 15 Mei 2017 pada 9:35 am
    Permalink

    Bagaiamana dengan gelar yang diploma 4 (DIV) keperawatan?

    Balas
    • 17 Mei 2017 pada 6:49 am
      Permalink

      Terimakasih Arna,

      Bagaimana diploma 4 (DIV) keperawatan ? Terkait surat edaran diatas hanya terkhusus pengaturan gelar pada jenjang vokasi, akademik dan profesi. Sementara d4 masuk dalam kategori pendidikan terapan, dan belum diatur disini.

      Balas
  • 15 Mei 2017 pada 11:10 am
    Permalink

    Saya Irfan Muhhabibi. S. Kep, M. Kes dr dinas kesehatan way kanan lampung ingin bertanya apakah saya yg blm mengambil profesi ners bisa melanjutkan ke S2 Keperawatan? Atau apakah dg glr sy yg sekarang saya bisa mengambil S3 Keperawatan? Terima kasih atas perhatiannya.

    Balas
    • 17 Mei 2017 pada 6:40 am
      Permalink

      Terimakasih pak Irfan Muhhabibi. S. Kep, M. Kes,

      Apakah yg hanya S.Kep (blm mengambil profesi ners) bisa melanjutkan ke S2 Keperawatan, juga bisa mengambil S3 Keperawatan? Itu tergantung dari perguruan tinggi penerima S2 Keperawatan tersebut. Kebanyakan mempersyarati harus lulus ners.

      Balas
  • 15 Mei 2017 pada 9:20 pm
    Permalink

    D IV tidak masuk kategori ya…
    Poltekkes se indonesia ada prodi D IV keperawatan loh..
    Lulusannya juga sudah ribuan..
    Gimana jadinya…

    Balas
    • 17 Mei 2017 pada 6:52 am
      Permalink

      Terimakasih Mather,

      Bagaimana diploma 4 (DIV) keperawatan ? Terkait surat edaran diatas hanya terkhusus pengaturan gelar pada jenjang vokasi, akademik dan profesi. Sementara d4 masuk dalam kategori pendidikan terapan, dan belum diatur disini.

      Balas
    • 7 Oktober 2017 pada 4:30 pm
      Permalink

      Kalau dilihat dari permenpan 25 tahun 2014, lulusan d4 bisa ambil ners di poltekes..sampe 31 des 2018

      Balas
  • 17 Mei 2017 pada 8:19 am
    Permalink

    Ingin bertanya saja, apakah untuk pengambilan mendapatkan gelar spesialis harus s2 dahulu? Saya hanya S.Kep.,Ns saja kalau melanjutkan langsung spesialis bisakah?
    Terimakasih.

    Balas
    • 20 Mei 2017 pada 6:02 pm
      Permalink

      Yang berlaku saat ini sangat memungkinkan untuk melanjutkan ners spesialis dengan basic gelar S.Kep.,Ns, dengan melalui tahapan ambil magister keperawataan. Contohnya di UI, UNair dll

      Balas
  • 10 Juli 2017 pada 9:09 pm
    Permalink

    Maaf mau tanya mengenai jenjang d4 kep+ners, di prodi itu apakah bisa langsung bekerja di Rumah Sakit sperti perwat-perawat pada umumnya ?
    Apakah dri prodi itu bisa melanjutkan langsung ke s2 keprwtn ? Apakah juga bisa melanjutkan ke spesialis langsung?

    Kalau memang jenjang d4kep+ ners tidak memungkinkan bisa bekerja di RUmah sakit untuk apa d4 kep+ ners diadakan di setiap poltekes ?

    Mohon infonya
    Terimakasih

    Balas
    • 18 Mei 2018 pada 10:49 am
      Permalink

      Melanjutkan ke jenjang yg lebih tinggi sangat dimungkinkan saat ini.
      Aturan teknis terkait syarat dll diatur oleh instansi tempat melanjutkan pendiidkan.
      Sebaiknya langsung menghubungi instansi terkait yang dituju untuk menanyakan info detailnya.

      Balas
  • 9 November 2017 pada 10:16 pm
    Permalink

    organisasi keperwatan ppni dan turunannya cenderung politis seharusnya aspiratif dan akomodatif , d4 keperawatan dianaktirikan bahkan cenderung dimatikan eksistensinya, masyarakat butuh pelayanan bukan tiori, d4 kebidanan tidak pernah ribut dengan s1 kebidanan demikian juga d4 prodi yang lain,seharusnya semua potensi perawat harus dikolaborasikan dan disinergikan untuk masyarakat sehat dan sejahtera, jangan terus berpolemik malu dengan prodi2 tetangga,hanya urusan gengsi dan perut, Allah yang mengatur rezkinya bukan kita…ndeso

    Balas
  • 17 Desember 2017 pada 11:29 am
    Permalink

    Kenapa profesi keperawatan mau ambil spesialis harus melalui pendidikan megister dulu, kenapa tidak bisa langsung dari profesi ke spesiali, ini berbeda dengan profesi kedokteran, bahkan di Malaysia pun , dari perawat general (profesi) bisa langsung spesialis, mohon penjelasannya pak..

    Balas
  • 3 Januari 2018 pada 6:53 pm
    Permalink

    Mr.Perawat saya mau bertanya…
    Tentang pendidikan sarjana terapan keperawatan, sampai saat ini belum dikeluarkan kebijakan pasti tentang aturan pendidikan sarjana terapan keperawatan dan juga diatas juga diatas juga dibahas bahwa pendidikan terpan belum diatur, lantas kebijakan apa yg bisa dikeluarkan pemerintah sembari semakin banyak nya lulusan dari sarjana terapan?
    terima kasih

    Balas
  • 3 Januari 2018 pada 6:59 pm
    Permalink

    Apakah lulusan dari d4 keperawatan harus ditambah lagi dengan program Ners..?
    Lalu apabila hanya bermodalkan lulusan dari sarjana terapan keperawatan bisa kemana..?
    mendengar kabar bahwa lulusan d4 tidak bisa digunakan untuk bekerja

    Balas
  • 31 Januari 2018 pada 8:12 pm
    Permalink

    Apakah D IV Bisa melanjutkan profesi ners?

    Balas
  • 28 Maret 2018 pada 3:00 pm
    Permalink

    Sekarang ini saya baru menjalani pendidikan S1 Keperawatan. Setelah lulus Skep untuk mengambil profesi Ners apakah bisa langsung atau harus menunggu 2 tahun lagi. Adakah dasar hukum yang dipakai? Terimakasih

    Balas
  • 31 Maret 2018 pada 5:34 pm
    Permalink

    adakah kampus di Indonesia yang sudah membuka program ners dari D4 KEPERAWATAN?

    Balas
  • 7 April 2018 pada 7:20 pm
    Permalink

    Ijin pak maaf mengganggu
    Sy mau bertanya apa S1 Keperawatan bisa bekerja ? Tanpa Ners ? Ada apa bisa lanjut S2 tanpa Ners ?? Peminatan Biomedis & Epidemiologi ??

    Terima kash pak

    Balas
    • 18 Mei 2018 pada 10:56 am
      Permalink

      S1 Keperawatan bisa bekerja ? Tanpa Ners ?
      Saat ini untuk dipelayanan klinik atau RS diharuskan dengan Ners. Tapi untuk instansi lain (selain pelayanan klinik atau RS) dgn S.Kep saja bisa.

      Untuk lanjut S2 sangat berkemungkinan..umumnya bisa , itu tergantung syarat2 yg ditentukan oleh instansi/intitusi pendidikan penerima.

      Balas
  • 12 Juni 2018 pada 3:41 pm
    Permalink

    Bagaimana jika dari d4 kep ingin melanjutkan ners? Apakah bisa ke universitas?

    Balas
    • 12 Juni 2018 pada 9:28 pm
      Permalink

      Halo Friska terima kasih atas pertanyaannya.

      Melanjutkan pendidikan keperawatan dari d4 keperawatan melanjutkan ners idealnya bisa dan dibolehkan oleh undang2 dan peraturan pendidikan tinggi saat ini. Namun syarat2 teknis perlu melakukan tindak lanjut ke universitas atau perguruan tinggi tujuan melanjutkan pendidikan.

      Terima kasih dan Salam sukses selalu.

      Balas
  • 17 Juni 2018 pada 5:44 pm
    Permalink

    Mohon izin bertanya,,,
    Saya S.Kep.Ns jadi Bisa mengambil Spesialis Tanpa ambil S2 ya pak?
    Apakah ada universitas yg membuka Program seperti itu

    Balas
  • 18 Juni 2018 pada 11:07 am
    Permalink

    Mohon infonya pak, untuk spesialis onkologi sdh dibuka di universitas mana ya di Indonesia ?? Terimakasih

    Balas
  • 19 Juni 2018 pada 1:18 pm
    Permalink

    yang dari S.Kep.Ns lanjut ke magister tarapan kepeeawatan. dikatakan linear ataukah serumpun.mohon pencerahannya

    Balas
  • 20 Juni 2018 pada 11:37 am
    Permalink

    DIV yg meangatur kalau tidak salah AIPViKI bukan AIPNI, sedangkan nomenclatur diatas itu dri AIPNi

    Balas
  • 21 Juni 2018 pada 12:24 pm
    Permalink

    Penulisan gelar Ns nya di depan atau di belakang nama..trims

    Balas
  • 21 Juni 2018 pada 2:39 pm
    Permalink

    Mohon izin bertanya..
    Untuk Sesialis kardiovaskuler SpKV bukannya di UI sudah ada?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *