Contoh Perhitungan dan Perawatan Luka Bakar

Rumus Baxter : Contoh Perhitungan Luka Bakar

Luas Luka Bakar
Luas Luka Bakar
Luas Luka Bakar Dewasa
Luas Luka Bakar Dewasa
Luas Luka Bakar Anak
Luas Luka Bakar Anak

Sebagai bagian dari perawatan awal pasien yang terkena luka bakar, Pemberian cairan intravena yang adekuat harus dilakukan, akses intravena yang adekuat harus ada, terutama pada bagian ekstremitas yang tidak terkena luka bakar.
Adanya luka bakar diberikan cairan resusitasi karena adanya akumulasi cairan edema tidak hanya pada jaringan yang terbakar, tetapi juga seluruh tubuh.

Telah diselidiki bahwa penyebab permeabilitas cairan ini adalah karena keluarnya sitokin dan beberapa mediator, yang menyebabkan disfungsi dari sel, kebocoran kapiler. Tujuan utama dari resusitasi cairan adalah untuk menjaga dan mengembalikan perfusi jaringan tanpa menimbulkan edema.

Kehilangan cairan terbesar adalah pada 4 jam pertama terjadinya luka dan akumulasi maksimum edema adalah pada 24 jam pertama setelah luka bakar.

Prinsip dari pemberian cairan pertama kali adalah pemberian garam ekstraseluler dan air yang hilang pada jaringan yang terbakar, dan sel-sel tubuh.

Rumus baxter atau formula parkland adalah rumus yang digunakan menghitung cairan resusitasi pada pasien luka bakar.

Luka bakar sendiri adalah adanya kerusakan jaringan yang di akibatkan dari terapaparnya dengan bahan panas. Bahan panas dapat berupa air panas, bahan kimia, api, radiasi bahkan listrik.

Luka bakar akan memicu beberapa fase. Fase ini harus diresusitasi agar tidak fatal dan membuat meninggal pasien.
Fase tersebut diantaranya adalah fase akut (fase syok), fase sub akut, dan fase lanjutan.

Berikut penjelasannya.

  1. Fase Akut : pada fase ini defek ABC (airway breathing dan sirkulasi) terjadi karena imbalance elektrolit dan cairan tubuh.
  2. Fase Sub Akut : terjadi kerusakan jaringan karena proses peradangan dan terjadi infeksi baik lokal dan sistemik. Biasanya tubuh dalam keadaan hipermetabolisme.
  3. Fase Lanjutan : terjadi maturasi luka bakar. Muncul gejala seperti keloid, warna kulit berubah (pigmentasi), kontraktur, hipertropik dan terjadi deformitas.

Apa Cairan yang digunakan?
Pemberian cairan paling populer adalah dengan Ringer laktat untuk 48 jam setelah terkena luka bakar.

Cairan resusitasi lain yang digunakan dapat berupa koloid, darah whole blood, plasma expander, kristaloid dan NaCL fisiologis.

Output urin yang adekuat adalah 0.5 sampai 1.5mL/kgBB/jam.

Bagaimana Rumus Baxter?

Besar larutan resusitasi yang dibutuhkan : 4 ml x Berat badan (Kg) x % presentase luas luka bakar.

Catatan : setengah larutan diberikan dalam 8 jam pertama, dan setengah sisanya diberikan 16 jam setelahnya.
Presentase luas luka bakar ditentukan berdasarkan Rule of nine.

Contoh Kasus Rumus Baxter
Ibu Y berusia 50 tahun, dengan berat badan 60 Kg, Tinggi badan 170 cm datang ke IGD dengan keluhan luka bakar dengan luas 40%.

Berapa mL cairan resusitasi yang harus diberikan berdasarkan rumus baxter?

Jawab:
Rumus baxter : 4 ml x Berat Badan (Kg) x % luas luka bakar

= 4 ml x 60 kg x 40
= 9.600 ml / 24 jam.
Artinya kebutuhan cairan pasien tersebut adalah 9,6 liter selama 24 jam.

Selanjutnya, kita hitung pemberiannya

Tahapan pemberian cairan untuk pasien luka bakar:

8 jam pertama diberikan setengah dari kebutuhan cairan
16 jam berikutnya diberikan setengah sisa kebutuhan cairan

  1. Pada 8 jam pertama : 1/2 x 9600 = 4.800 ml/8 jam
  2. Pada 16 jam kedua : 1/2 x 9600 = 4.800 ml/16 jam

Jadi pada 8 jam pertama, diberikan 4.8 ml dan pada 16 jam selanjutnya diberikan 4.8 ml

Berapa tetesan Infusnya?
Misal kita gunakan infus dengan tipe 20 tetes/ml

  1. Pada 8 jam pertama
    Diketahui 4.800 ml selama 8 jam. Artinya dalam 1 jam, pasien harus masuk cairan = 4.800/8 = 600 ml/jam.

Jumlah tetesan per menit = [volume yang dibutuhkan x faktor tetesan] / [waktu pemberian x 60 menit]

Jumlah tetesan per menit = [4800 x 20 ] / [8 x 60] = 200 tetes / menit.

Atau 1 detiknya 3-4 tetes.

  1. Pada 16 jam Selanjutnya
    Diketahui 4.800 ml selama 16 jam. Artinya dalam 1 jam pasien harus masuk cairan resusitasi = 4.800/12 = 300 ml.

Jumlah tetesan per menit = [volume yang dibutuhkan x faktor tetesan] / [waktu pemberian x 60 menit]

Jumlah tetesan permenit = [4800 x 20 ] / [16 x 60] = 100 tetes / menit.

Atau 1 detiknya 1-2 tetes.


Note :

Ada pun jika luas luka bakar lebih dari 50%, maka perhitungan kebutuhan cairan dihitung dengan luas luka bakar 50%.

Waktu pemberian cairan terhitung sejak kejadian, bukan pada tahap hospital. Jadi perkiraan sudah dihitung sejak pasien mengalami luka bakar dan waktu yang terbuang selama pasien menuju rumah sakit.

Untuk anak – anak :
2 cc x BB x luas Luka Bakar (%) + kebutuhan faali

*Kebutuhan Faali :
<1 th : BB x 100 cc
1- 3 th : BB x 75 cc
3 – 5 th : BB x 50 cc

Source: Amy_ @Jurnal Keperawatan

Bila teman-teman ingin bertanya atau ada yang perlu didiskusikan terkait topik diatas, silahkan langsung aja tulis di kolom komentar dibawah ya… Terima kasih, salam sukses Perawat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *