4 Kelompok Perawat Profesional Indonesia

Perawat
Perawat

Semua orang pasti mengenal sosok profesi kesehatan yang satu ini. Ya, mereka adalah perawat. Dengan peran dan tanggung-jawab di dunia kesehatan yang cukup besar, profesi keperawatan dituntut memiliki kecakapan pengetahuan hingga kemampuan profesional.

Ditinjau dari sejarahnya, perawat berakar dari bahasa latin yaitu nutrix. Artinya sendiri adalah merawat atau memelihara. Oleh karena itu, keperawatan adalah profesi yang berfokus pada merawat atau memelihara serta mempertahankan hingga memulihkan kesehatan yang optimal setiap individu, keluarga dan masyarakat.

Dalam sejarah juga mencatat, sosok yang mempopulerkan profesi ini adalah Florence Nightingale. Ia tercatat karena jasanya saat perang Krimea, Rusia. Ketika itu, tanpa kegentaran sedikitpun, sekalipun sudah hari gelap ia tetap mengumpulkan korban perang untuk kemudian dirawatnya. Wajar jika kemudian ia mendapat sebutan Bidadari Berlampu (The Lady with The Lamp).

Kini, apa yang telah ditorehkan Florence Nightingale terus dilanjutkan oleh generasi penerusnya. Profesi keperawatan juga merupakan profesionalitas yang pastinya tidak boleh dipandang sebelah mata. Para perawat masa kini juga telah memberikan sumbangsih mereka di berbagai lini spesialiasi.

Indonesia sendiri juga serius melindungi para tenaga keperawatan ini. Salah satunya melalui payung hukum Undang-undang Keperawatan No. 38 Tahun 2014. Tentu saja, dengan adanya payung hukum itu, para perawat punya kewajiban melaksanakan tugas dan fungsi pokok serta menuntut haknya sesuai dengan regulasi hukum serta keilmuan mereka.

Khusus di dunia pendidikan keperawatan, saat ini juga semakin maju dan berkembang. Buktinya dengan adanya beberapa perguruan tinggi keperawatan yang tidak hanya mengajarkan kurikulum dasar. Tapi juga kurikulum berbasis spesialisasi keperawatan. Sebut saja keperawatan medikal bedah, keperawatan anak, keperawatan jiwa, keperawatan onkologi, spesialis keperawatan maternitas, dan spesialisasi lainnya.

Nah, berikut 4 (empat) kelompok golongan pendidikan perawat, berdasarkan pada jalur pendidikan yang di lalui:

1. Mesti dilalui dengan waktu tiga tahun untuk diploma 3 yang akan memiliki gelar sebagai Ahli Madya Keperawatan (Amd.Kep). Perawat yang berada digolongan ini menempuh jalur yang disebut Pendidikan Vokasi atau D3 Keperawatan.

2. Ners (Ns) ditempuh empat tahun dengan tambahan satu tahun untuk profesi. Perawat yang melalui jalur ini disebut Pendidikan Profesional.

3. Mesti melalui dua tahun dan tambahannya sekitar satu tahun, perawat yang ada digolongan ini menempuhnya melalui jalur pendidikan Magister dan Spesialis. Outputnya, para jebolan jalur ini, misalnya, akan menjadi spesialis keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan medikal bedah, keperawatan anak, dan spesialis lainnya.

4. Terakhir adalah jenjang tertinggi pendidikan perawat yaitu menempuh jalur pendidikan doktoral atau S3 Keperawatan. Perawat yang mencapai titik ini, bisa dikategorikan sebagai periset keperawatan.

Sebagai bentuk kontribusi keilmuan, kemanusiaan, dan mematuhi aturan negara, Homecare24 menyadari arti penting dari esensi layanan keperawatan ini. Maka saat Anda membutuhkan layanan perawat ke rumah, misalnya, segera hubungi Homecare24 untuk mendapatkan pelayanan dari tenaga keperawatan profesional ini.

Homecare24 akan selalu berusaha menyediakan perawat ke rumah yang berpendidikan dan memiliki STR demi memberikan pelayanan terbaik untuk Anda dan keluarga di rumah.

Layanan Homecare24 dapat digunakan untuk perawat lansia atau perawat orang tua, perawat orang sakit ke rumah,
dan lain-lain.

Source: homecare24 

Pengkajian Dan Tujuan Perawatan Luka Tidak Selalu Sama Tiap Pasien

Dalam merawat luka tidak hanya sekedar mengaplikasikan balutan luka, namun termasuk pendekatan secara utuh menyeluruh terhadap pasien dengan luka, termasuk kondisi individu pasien, kondisi lukanya dan lingkungan. Perawat juga harus mampu mengkaji gaya hidup pasien, support sistem yang ada, kultur dan faktor ekonomi pasien.

Adapun tujuan perawatan luka tidak bisa disamakan setiap individu. Tujuannya berbeda-beda tergantung dari hasil pengkajian luka yang ada seperti disebutkan diatas, antara lain adalah:

  • Tercapainya haemostasis
  • Infeksi terkontrol
  • Terangkatnya jaringan devaskularisasi/material penyebab infeksi
  • Menghilangkan benda asing
  • Menyiapkan dasar luka untuk skin graf/flap
  • Tertutupnya sinus/rongga
  • Melindungi sekitar luka
  • Luka sembuh

Seorang  perawat harus bisa mengkaji dan menentukan tujuan yang harus dicapai saat perawatan luka. Ingat, bukan hanya sekedar menempelkan balutan yah …

Siap-siap ! KemenHukHAM Buka Lowongan CPNS 2017 Formasi Perawat 100 Orang

Melalui surat yang beredar tertanggal 2 Juni 2017, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia merencanakan akan membuka  lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tahun 2017 .
 
Dalam edarannya tertulis  bahwa “Pengumuman pengadaan cpns akan dibuka pada Juli 2017,serta Pendaftaran secara online mulai tanggal 25 Juli sampai dengan 28 Agustus 2017.
 
Dalam edaran tersebut, ada 17.526  lowongan termasuk 100 orang lowongan untuk formasi tenaga perawat.
Jadi bagi teman-teman yang ingin melamar silahkan persiapkan diri, dan tunggu dibuka secara resmi pengumuman pengadaan cpns diatas yang rencananya akan dibuka pada bulan Juli 2017.
Nanti pendaftaran online melalui http://www.sscn.bkn.go.id/ sebagaimana tertera pada lampiran berikut.

Pentingnya Prinsip Enam Tepat Obat Bagi Perawat

Keperawatan merupakan pemberi layanan kesehatan terbesar di rumah sakit, hampir 90 persen layanan kesehatan dilakukan oleh perawat melalui asuhan keperawatan. Pasien telah dijamin haknya dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu. UU no 44 tahun 2009 tentang rumah sakit menyebutkan bahwa rumah sakit dituntut untuk memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dengan menerapkan standar keselamatan pasien. Surat KMK RI No.58 tahun 2014 menyebutkan bahwa pasien wajib dilindungi dari penggunaan obat dalam rangka keselamatan pasien.

Salah satu peran penting perawat di layanan kesehatan yaitu memperhatikan prinsip enam tepat obat saat memberikan obat kepada pasien. Enam tepat obat terdiri dari : tepat obat, tepat dosis obat, tepat waktu saat pemberian obat, tepat cara dalam pemberian obat, tepat pasien yang akan diberikan obat dan tepat dokumentasi setelah pemberian obat sebagai pertanggungjawaban perawat secara legal atas tindakan yang telah dilakukan.

Penerapan keselamatan pasien dalam enam tepat pemberian obat bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan, hal ini disebabkan oleh beban kerja perawat yang tinggi, jumlah perawat yang tidak sesuai standar, perbedaan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan kompetensi yang dimiliki oleh perawat, sehingga layanan keperawatan terkadang masih mendapat komplain dari penerima layanan kesehatan, seperti terjadinya kesalahan dalam pemberian obat kepada pasien, atau yang biasa disebut dengan medication error.

Institute of Medicine (IOM) tahun 1999 melaporkan bahwa sekitar 44.000–98.000 orang meninggal karena medication error. Salah satu penelitian di Indonesia menyebutkan, di rumah sakit angka kejadian medication error sekitar 3-6,9 persen pada pasien yang menjalani rawat inap. Angka kejadian medication error ditemukan 11 persen berkaitan dengan kesalahan dalam menyerahkan obat kepada pasien dalam bentuk dosis atau obat yang keliru. Penelitian Muroi, Shen, Angosta, & Ph, (2017) di Amerika Serikat, menyebutkan bahwa medication error terjadi disebabkan oleh jumlah pasien dan jumlah perawat yang tidak seimbang, sehingga beban kerja perawat cukup tinggi dan berisiko kurang memperhatikan prinsip enam tepat pemberian obat.

Medication error dapat terjadi disetiap fase, mulai dari fase prescribing/peresepan obat (dilakukan oleh dokter), dispensing/memvalidasi resep obat (dilakukan oleh apoteker), administration/memberi obat (dilakukan oleh perawat ataupun pasien). Fase Administrasi obat adalah tindakan yang dilakukan perawat, yaitu kegiatan mempersiapkan dan memberikan obat kepada pasien melalui rute tertentu (misalnya : memberikan obat minum, obat injeksi/suntikan, obat tetes, saleb, dan lain-lain).

Untuk mencegah terjadinya medication error berulang perlu dengan memperbaiki sistem penatalaksanaan pemberian obat serta adanya komitmen yang kuat dari perawat untuk melaksanakannya. Pemerintah telah mengeluarkan amanat terkait pelaksanaan pemberian obat khusus bagi perawat, seperti yang tertuang pada UU No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan, UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, Pemenkes RI No. 148 tahun 2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat, Permenkes Nomor 1796 tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. Kebijakan-kebijakan tersebut membantu profesi perawat agar mempunyai legitimasi dalam menjalankan praktik profesinya termasuk dalam memberikan obat kepada pasien.

UU Keperawatan bermanfaat untuk memberikan perlindungan perawat dalam menjalankan praktiknya dan memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam menerima asuhan keperawatan. Namun kebijakan-kebijakan tersebut masih bersifat terlalu umum, belum menjelaskan secara spesifik tentang bagaimana prinsip ketepatan dan keamanan dalam pemberian obat yang dilakukan oleh perawat.

Upaya mengoptimalkan peran perawat dalam ketepatan pemberian obat salah satunya dengan memperjelas kebijakan secara spesifik terkait bagaimana penatalaksanaan serta peran dan prinsip perawat dalam pemberian obat. UU No. 38 tahun 2014 tentang keperawatan sudah dikumandangkan sejak 3 tahun yang lalu, dalam UU tersebut disebutkan bahwa “Konsil Keperawatan dibentuk paling lama 2 tahun sejak UU ini dikumandangkan”. Namun hingga saat ini konsil keperawatan di Indonesia belum juga dibentuk. Tanpa adanya konsil keperawatan di Indonesia UU keperawatan tidak terlaksana secara utuh.

Konsil keperawatan merupakan badan otonom yang memantau jalannya praktik keperawatan di Indonesia. Fungsi dari konsil keperawatan sesuai dengan isi UU keperawatan yaitu: pada pasal 47, Konsil Keperawatan bermanfaat untuk meningkatkan mutu prkatik keperawatan dan untuk memberikan perlindungan serta kepastian hukum kepada perawat dan masyarakat, pasal 48 : Konsil Keperawatan mempunyai fungsi pengaturan, penetapan dan pembinaan perawat dalam menjalankan praktik keperawatan.

Siapa yang dapat menjamin praktik keperawatan di Indonesia kalau bukan konsil keperawatan ?. Layaknya kita berjalan masih dengan satu kaki (belum dengan dua kaki), ada undang-undang keperawatan namun tak ada konsil keperawatan. Pemerintah sebaiknya segera membentuk konsil keperawatan sebagai badan pengawas praktik keperawatan di Indonesia agar juga menjadi solusi kunci dalam mencegah terjadinya medication error yang dilakukan oleh perawat.

Bagi pemerintah sebaiknya mengidentifikasi kembali beban kerja perawat terhadap tingginnya jumlah pasien, terutama di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Meningkatnya jumlah pasien saat ini tidak diimbangi dengan meningkatnya kuantitas, kualitas dan kesejahteraan perawat. Perawat dapat juga ikut dilibatkan dalam pembuatan kebijakan karena jumlah perawat merupakan potensi yang besar dalam pengembangan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Bagi Institusi pelayanan kesehatan sebaiknya menerapkan peraturan perhitungan beban kerja perawat agar tugas dan tanggung jawab perawat lebih terkontrol dan lebih optimal. Institusi pelayanan kesehatan sebaiknya memberikan pelatihan ataupun pendidikan berkelanjutan bagi tenaga keperawatan untuk meningkatkan kompetensi terutama terkait prinsip pemberian obat.

Bagi Perawat Indonesia, kunci dari suksesnya pelayanan kesehatan adalah dengan adanya komitmen yang kuat dari perawat professional itu sendiri. Mari kita bekerja dengan hati, mendidik dengan cinta dan mengutamakan keselamatan pasien dengan memperhatikan prinsip enam tepat obat. Selamat berkarya perawat-perawat Indonesia!

sumber: bontang.prokal.co

Edaran Tentang Nomenklatur Pendidikan Keperawatan

KepadaYth.
Pimpinan Institusi Pendidikan Keperawatan
Di Seluruh Indonesia

Merespon Permenristekdikti nomor 15 tahun 2017 tentang Penamaan Program Studi Pada Perguruan Tinggi dan Rancangan Lampiran Permenristekdikti yang memuat Gelar dan Tata Cara Penulisan Gelar di Perguruan Tinggi versi 02 Mei 2017 yang sedang masa Uji Publik, kami dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) menyampaikan bahwa Penamaan Program Studi dan Gelar Keperawatan masih tetap seperti yang berlaku saat ini dan belum mengalami perubahan sampai dengan dikeluarkan Peraturan Baru.

Selanjutnya perlu kami sampaikan pula bahwa AIPNI telah mengusulkan tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi khususnya bidang Ilmu Keperawatan, yang memuat lampiran daftar nama program studi yang akan dijadikan lampiran Peraturan Menteri tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi yang akan dikeluarkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, sebagai berikut:

Nomenklatur Pendidikan Keperawatan

Demikian informasi ini kami sampaikan terkait Rumpun Ilmu dan Gelar Lulusan Perguruan Tinggi Keperawatan dengan berbagai jenjang dan jenis pendidikan.

Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami sampaikan terima kasih.
Ketua AIPNI
Dr. Muhammad Hadi, SKM., M.Kep

Tembusan
1. Kopertis Wilayah I s/d XIV
2. Pimpinan Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia
3. DPP PPNI dan DPW PPNI Seluruh Indonesia

 

Edaran tentang Nomenklatur Pendidikan Keperawatan
Surat Edaran tentang Nomenklatur Pendidikan Keperawatan

Ini Tahapan Terapi Pasca Serangan Stroke Perdarahan

 

Mendapatkan kondisi yang pulih setelah serangan stroke perdarahan tidaklah mudah. Spesialis kedokteran fisik rehabilitasi RSUD dr Soetomo dr Meisy Andriana SpKFR(K) mengatakan, perdarahan yang terjadi dalam otak menyebabkan sel-sel saraf mengalami kerusakan atau kematian. ’’Apalagi untuk pasien yang usianya sudah lanjut, penyembuhannya akan lebih lama,’’ ucapnya.
Pemulihan pasca stroke perdarahan bergantung dari beberapa hal. Seperti usia pasien, letak dan lokasi perdarahan, cepat dan tepatnya penanganan di rumah sakit, efektifitas fisioterapi paska stroke, hingga motivasi penderita dan dukungan keluarga.

Oleh karena itu, pengobatannya juga tidak dilakukan oleh spesialis bedah saraf saja. Dokter spesialis bedah saraf juga melibatkan spesialis saraf, rehabilitasi medik, perawat, fisioterapis. Bahkan bila perlu dokter spesialis jantung dan dokter spesialis penyakit dalam pun dilibatkan untuk mengobati faktor risiko seperti hipertensi atau diabetes.

Meisy menjelaskan, program terapi untuk kasus stroke perdarahan biasanya dibagi menjadi tiga. Pertama adalah fase akut atau fase setelah operasi. Biasanya dua minggu setelah perdarahan terserap. Sehingga keadaan pasien mulai stabil. Program rehabilitasinya cukup simpel. Biasanya dibantu dengan dokter rehabilitasi medik atau fisioterapi, pasien latihan di tempat tidur. Misalnya, mencoba mulai menggerakkan anggota tubuh yang lumpuh. ’’Gerakan-gerakan yang menstimulasi sensoris pada sisi yang lumpuh,’’ ucap Meisy.

Program kedua masuk dalam fase sub-akut. Dalam fase ini, pasien dianggap telah melewati masa kritis. Perdarahan dalam otak benar-benar sudah terserap. Sehingga pasien sudah bisa melakukan mobilisasi. Pasien akan diarahkan untuk melatih keseimbangan. Mulai duduk, berdiri, hingga berjalan. Terakhir adalah fase kronik atau penyembuhan. Program terapinya bergantung kebutuhan pasien.

Dari semua efek samping stroke perdarahan, yang paling sering terjadi adalah gangguan bicara. ’’Karena perdarahannya menyerang bagian otak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan motorik berbicara,’’ paparnya. Namun bila pasien disiplin minum obat, mengikuti terapi, pastinya bisa sembuh seperti sedia kala. (jawapos.com/ina)

DIBUTUHKAN 9 ORANG PERAWAT

SELEKSI PENGADAAN CALON TENAGA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) CILACAP TAHUN 2017

POSISI JABATAN, JENIS, JUMLAH FORMASI YANG DIBUTUHKAN

Perawat Ahli (S1 + Profesi) : 2 Orang
Perawat Terampil (D3 Keperawatan) : 6 Orang
Penata Anastesi (D4 Keperawatan Anastesi) : 1 Orang
Bidan (D3 Kebidanan) : 2 Orang
Perekam Medis (D3 Rekam Medis) : 4 Orang
Pranata Labkes (D3 Analis Kesehatan) : 1 Orang
Pranata Labkes (D4 Analis Kesehatan) : 1 Orang
Nutrisionis (D3 Gizi) : 2 Orang
Fisioterapis (D4 Fisioterapi) : 1 Orang
Elektromedis (D3 Teknik Elektromedik) : 1 Orang
Asisten Apoteker (D3 Farmasi) : 1 Orang
Pengadministrasi Keuangan (D3 Akuntansi) : 1 Orang
Akuntan (S1 Akuntansi + Profesi) : 1 Orang
Programer (S1 Komputer/TI) : 1 Orang
Operator Komputer (D3 Komputer/TI) : 1 Orang

PERSYARATAN UMUM

Penduduk Indonesia / Warga Negara Indonesia.
Minimal umur serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 35 (tiga puluh lima) tahun pada tanggal 31 Mei 2017;
Umur peserta ditentukan berdasarkan tanggal kelahiran yang tercantum pada Surat Tanda Tamat Belajar/Ijasah yang digunakan sebagai dasar untuk pelamaran;
Kandidat memiliki pendidikan, kecakapan, keahlian dan keterampilan sesuai dengan rincian formasi yang telah ditetapkan;
Pastinya calon kandidat tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan Keputusan Pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena suatu tindak pidana kejahatan;
Pastinya tidak pernah terlibat dalam suatu kegiatan/gerakan yang menentang Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia;
Pastinya peserta tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai CPNS/PNS atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS; dan riwayat Sehat jasmani dan rohani yang baik
Pastinya kandidat tidak pernah mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, precursor dan zat adiktif lainnya; (apabila dinyatakan lulus dalam seleksi);
Tidak merokok;
Telah terdaftar pada Kantor/Dinas Tenaga Kerja setempat;
Berkelakuan baik;

PERSYARATAN KHUSUS

Indek Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 (dua koma tujuh puluh lima);
Calon kandidat mempunyai sertifikat magang di rumah sakit atau surat pengalaman kerja di rumah sakit minimal 3 bulan untuk formasi Perawat, Penata Anastesi dan Bidan;
Calon kandidat mempunyai surat pengalaman kerja sesuai keahlian minimal 3 bulan, untuk formasi Perekam Medis, Pranata Labkes, Nutrisionis, Fisioterapis, Elektromedis dan Assisten Apoteker, Pengadministrasi Keuangan, Akuntan, Programer dan Operator Komputer;
Peserta mempunyai Sertifikat PPGD / BTCLS yang masih berlaku untuk formasi Perawat dan Penata Anastesi;
Pelamar mempunyai Sertifikat APN untuk formasi Bidan;
Peserta mempunyai Surat Tanda Registrasi STR yang masih berlaku untuk formasi Perawat Penata Anastesi, Bidan, Perekam Medis, Pranata Labkes, Nutrisionis, Fisioterapis dan Elektromedis;
Pastikan mempunyai Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK) yang masih berlaku untuk formasi jabatan Asisten Apoteker;
Wajib melampirkan piagam penghargaan (tingkat nasional/kabupaten) bagi yang memiliki;
Kualifikasi tinggi badan pelamar minimal 155 cm (wanita) dan 160 cm (pria) untuk perawat, penata anastesi dan bidan;

TATA CARA PENDAFTARAN DAN PENGIRIMAN BERKAS

Pendaftaran dan pengiriman berkas lamaran dimulai tanggal 5 – 13 Mei 2017 per cap pos dan paling lambat tanggal 14 Mei 2017 berkas lamaran diterima oleh panitia;
Berkas lamaran dimasukkan dalam amplop tertutup berwarna coklat ukuran 35 x 25 cm (sesuai contoh pada lampiran I) yang berisi :
a. Surat lamaran ditulis tangan menggunakan tinta warna hitam dan ditandatangani serta berbahasa Indonesia (sesuai contoh pada lampiran II) ditujukan kepada Direktur RSUD Cilacap, dengan alamat Rumah Dinas Direktur RSUD Cilacap Jl. Gatot Subroto Nomor 26 Cilacap 53223 dan harus dikirim melaui PT. POS Indonesia;
b. Foto copy ijasah dan daftar nilai/transkrip nilai yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang dengan tanda tangan asli, stempel basah instansi yang berwenang sebanyak 1 (satu) lembar;
c. Foto copy sertifikat magang di rumah sakit atau surat pengalaman kerja di rumah sakit minimal 3 bulan yang telah dilegalisir oleh RS yang menerbitkan sertifikat magang/pengalaman kerja sebanyak 1 (satu) lembar untuk formasi Perawat, Penata Anastesi dan Bidan;
d. Foto copy surat keterangan pengalaman kerja sesuai keahlian sebanyak 1 (satu) lembar untuk formasi Perekam Medis, Pranata Labkes, Nutrisionis, Fisioterapis, Elektromedis, Asisten Apoteker, Pengadministrasi Keuangan, Akuntan, Programer dan Operator Komputer;
e. Foto copy Sertifikat PPGD/BTCLS yang masih berlaku 1 (satu) lembar untuk formasi Perawat dan Penata Anastesi;
f. Foto copy Sertifikat APN 1 (satu) lembar untuk formasi Bidan;
g. Foto copy Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku untuk formasi Perawat, Penata Anastesi, Bidan Perekam Medis, Pranata Labkes, Nutrisionis, Fisioterapis dan Elektromedis sebanyak 1 (satu) lembar;
h. Foto copy STRTTK yang masih berlaku untuk formasi Asisten Apoteker sebanyak 1 (satu) lembar;
i. Foto copy KTP yang telah dilegalisir dari desa atau kecamatan sebanyak 1 (satu) lembar;
j. Foto copy Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku dan telah dilegalisir dari pihak Polres/Polsek sebanyak 1 (satu) lembar;
k. Foto copy Kartu Pencari Kerja (AK.I);
l. Asli Surat Keterangan Sehat dari Dokter Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas;
m. Foto copy piagam penghargaan (tingkat nasional/kabupaten) bagi yang memiliki
n. Pas photo berwarna ukuran 3 x 4 cm sebanyak 2 (dua) lembar;
o. Surat pernyataan (sesuai contoh pada lampiran III) bermaterai Rp. 6.000,- yang menyatakan :
1) Bersedia ditempatkan pada semua unit kerja di lingkungan RSUD Cilacap;
2) Bersedia tidak mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai Tenaga Badan Layanan Umum Daerah RSUD Cilacap selama 3 (tiga) tahun sejak pengangkatan sebagai Calon Tenaga Badan Layanan Umum Daerah RSUD Cilacap, kecuali dinyatakan lulus dalam ujian Calon Pegawai Negeri Sipil;
3) Bersedia dinyatakan tidak memenuhi syarat/gugur dan tidak mengajukan keberatan/aduan apabila terdapat berkas yang tidak lengkap/tidak sesuai dengan persyaratan yang ditentukan;
4) Bersedia untuk diberhentikan sebelum masa kontrak berakhir, dikarenakan setelah dievaluasi kinerja tidak sesuai dengan kompetensinya;
5) Bersedia tidak merokok
Berkas administrasi yang kurang/tidak lengkap atau tidak memenuhi persyaratan (TMS) dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi dan panitia tidak menerima susulan kelengkapan berkas;

Pelamar yang memenuhi syarat administrasi akan diumumkan di rsud.cilacapkab.go.id pada tanggal 16 Mei 2017;

Pengambilan kartu tes akan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2017, waktu pukul 08.00 s.d 13.00 WIB bertempat di Politeknik Negeri Cilacap Jl. dr. Soetomo No. 1 Cilacap.

sumber : rsud.cilacapkab.go.id

5 Kalimat Penyemangat Untuk Perawat

Di tengah kesibukan Anda, luangkanlah waktu untuk merenungkan beberapa kalimat penyemangat ini mengenai profesi Anda, dan gunakanlah sebagai motivasi untuk mendorong Anda melakukan pekerjaan yang mulia ini.

5 Aspek Kunci Pelayanan Keperawatan Berkualitas

kualitas pelayanan perawat

Meningkatan kualitas pelayanan merupakan prioritas semua tenaga kesehatan, dengan tujuan utamanya adalah mencapai kepuasan pasien. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa kualitas perawatan pasien merupakan sebuah masalah serius. Dengan demikian, tenaga kesehatan harus menyadari lima aspek kunci dalam kualitas perawatan ini, demi memberikan perawatan optimal bagi pasien.

Berperan dalam pengambilan keputusan
Mengajak pasien berperan aktif dalam pengambilan keputusan merupakan tanda respek Anda terhadap pasien, dan dianggap sebagai aspek kualitas perawatan paling penting. Ketika mereka didorong untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan, timbal baliknya, pasien akan terasa semakin dengan dengan terapi kesehatan mereka.

Seiring berjalannya waktu, pasien akan merasa percaya diri untuk mengurus kondisi mereka sendiri, dan meningkatkan kecenderungan mereka untuk mematuhi tahap terapi mereka. Mereka juga cenderung memonitor dan akan menghindari kekambuhan penyakit mereka.

Informasi yang jelas dan komprehensif untuk mendukung perawatan diri.
Selama konsultasi klinis pasien bisa jadi gagal mengingat masalah penting atau salah menginterpretasikan apa yang dikatakan, karena mereka bukan seorang tenaga profesional. Dengan demikian, sumber informasi terpercaya mereka adalah dokter, meskipun mereka juga bisa mencari informasi tambahan di beberapa sumber lain. Ini juga bukan pekerjaan yang mudah, karena pasien akan mulai mencari informasi medis dari berbagai sumber, bukan hanya dokter mereka, sebelum membuat keputusan akhir.

Dukungan emosi dan empati
Perawatan merupakan satu masalah penting, tetapi penyampaian juga sama pentingnya untuk membuat pasien merasa puas. Jika tenaga kesehatan bisa memuaskan kebutuhan emosi pasien mereka dan menunjukkan pemahaman ke situasi mereka, pasien kemungkinan akan memiliki lebih banyak pengalaman positif, yang akan memberikan pengaruh langsung ke kualitas perawatan.

Kemajuan dalam ranah ini bisa mempercepat kesembuhan pasien dan meningkatkan kepuasan pasien, dan peneliti telah menunjukkan bahwa dukungan emosi merupakan salah satu hal yang memengaruhi kepuasan pasien selama rawat inap.

Bisa diakses dan dipercaya
Kualitas perawatan harus diberikan secara konstan, mudah diakses dan dipercaya. Khususnya dalam pengaturan perawatan primer, dimana pasien terus mencari tenaga kesehatan yang lebih baik, lebih banyak terapi komplementer dan jam buka klinik yang lebih panjang. Dokter harus memastikan pasien memiliki kemudahan akses ke tenaga kesehatan, serta memiliki staf dengan kemampuan dan kompetensi tertentu demi memuaskan kebutuhan pasien.

Terapi efektif
Terapi dan perawatan efektif yang diterima pasien harus efektif, bisa diterapkan dalam jangka waktu lama diikuti dengan kualitas. Meskipun outcome kesehatan jarang bisa digaransi, namun penting untuk meminimalisir faktor merusak yang bisa dikontrol, misalnya menghindari tertundanya pemberian intervensi dan waktu tunggu yang lama, begitu juga tertundanya terapi yang bisa memengaruhi efektivitas; atau variasi kualitas perawatan karena karakteristik seperti jenis kelamin, etnis, lokasi geografi, dan status sosioekonomi. Jika seorang pasien tidak menyadari hal ini, maka bisa diasumsikan bahwa perawatan yang mereka terima belum bisa disebut berkualitas tinggi. MIMS

Sumber:
http://www.who.int/management/general/decisionmaking/WhereArePatientsinDecisionMaking.pdf
www.yougov.com/archives/pdf/OMI050101083_1.pdf
Kinnersley, P., Anderson, E., Parry, K., Clement, J., Archard, L., & Turton, P. (2000). Randomised controlled trial of nurse practitioner versus general practitioner care for patients requesting “same day” consultations in primary care. BMJ, 320: 1043-8
Gesell, S.B. & Wolosin, R.J. (2004). “Inpatient Ratings of Care in 5 Common Clinical Conditions.” Quality Management in Health Care 13(4): 222–27.
Jenkinson, C., A., Coulter, S., & Bruster, et al. (2002). “Patient’s Experiences and Satisfaction with Health Care:
Results of a Questionnaire Study of Specific Aspects of Care.” Quality and Safety in Health Care 11: 335–39.
http://www.picker.org/wp-content/uploads/2014/10/The-quality-of-patient-engagement…-primary-care.pdf http://today.mims.com/topic/5-aspek-kunci-pelayanan-berkualitas?country=indonesia&channel=gn-health-wellness

Surat Tanda Registrasi (STR) Perawat

Surat Tanda Registrasi yang disingkat STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Dengan STR, maka perawat dapat melakukan aktivitas pelayanan kesehatan.

 

Surat Tanda Registrasi Perawat

Untuk mendapatkan STR, perawat harus memiliki ijazah dan sertifikat kompetensi. Dan Ijazah serta sertifikat kompetensi tersebut diberikan kepada peserta didik setelah dinyatakan lulus ujian program pendidikan dan uji kompetensi.

Sertifikat kompetensi berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang setiap 5 (lima) tahun.

Sesuai dengan Permenkes 46 tahun 2013, Sertifikat kompetensi yang telah habis masa berlakunya dapat diperpanjang melalui partisipasi tenaga kesehatan dalam kegiatan pendidikan dan/atau pelatihan serta kegiatan ilmiah lainnya sesuai dengan bidang tugasnya atau profesinya. Perolehan Satuan Kredit Profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus mencapai minimal 25 (dua puluh lima) Satuan Kredit Profesi selama 5 (lima) tahun.

Perawat yang Lulusan sebelum tahun 2012, maka dilakukan Pemutihan STR, yaitu tidak dilakukan Uji kompetensi untuk mendapatkan STR, tetapi cukup dengan melampirkan persyaratan sebagai berikut :

1. Ijazah Perawat terakhir (SPK/DIII/Ners/Ners Spesialis)yg dilegalisir : 2 lembar
2. Pas Foto 4×6 latar belakang merah 3 Lembar
3. Pemutihan diajukan langsung ke MTKI secara kolektif atau individu dengan surat pengantar oleh Organisasi Profesi, Institusi Pelayanan, dan Institusi Pendidikan.

Alur Pengurusan STR terbaru

Alur pengurusan STR sesuai dengan kebijakan MTKI terbaru adalah sebagai berikut :
1) Pengajuan berkas persyaratan STR secara Individu / kolektif ke MTKP
2) Pemohon menyerahkan berkas persyaratan STR ke MTKP
3) MTKP menginput data dan menverfikasi
4) MTKP mengirim berupa softcopy data dan pas foto saja ke MTKI.
5) MTKI melakukan verifikasi data ulang (yang berupa softocopy) , setelah data diverikasi softcopy data siap dicetak, ditempel foto, dan disahkan lalu dibuat legalisirnya.
6) STR akan dikirim ke MTKP dan selanjutnya STR diambil oleh perawat ybs di MTKP.

Syarat-syarat pengajuan STR
a) Fotocopy ijazah yang dilegalisir cap basah : sekolah perawat kesehatan/ DIII Keperawatan / S1 keperawatan + profesi ners / S2 Keperawatan + ners spesialis
b) Pas Foto 4×6 dengan background merah

Untuk Pengajuan STR mulai dari Juni 2013 terkena PNBP sesuai PP.21 .

Setiap orang yang mengurus membayar Rp. 100.000 dan secara manual (tdk lewat ATM) ditransfer ke rekening :

BRI KEMAYORAN No.019301001868307
an. Pustanserdik.

Bukti transfer BRI asli dilampirkan dlm permohonan STR.
bila masih belum jelas, silahkan hubungi MTKI terlebih dahulu untuk prosedur lebih jelas dan lengkap (no telpon 021-72800743)

Khusus untuk pengajuan STR Luar Negeri terbagi menjadi dua:
1) Apabila yang bersangkutan sedang bekerja di Luar negeri, maka pengurusan STR sbb:
a) Fotocopy ijazah yang dilegalisir cap basah : sekolah perawat kesehatan/ DIII Keperawatan/ S1 keperawatan + profesi ners / S2 Keperawatan + ners spesialis
b) Pas Foto 4×6 dengan background merah
c) Fotocopy passport
d) Surat yang menyatakan bahwa Bapak sedang bekerja di Luar negeri dr instansi setempat
e) Surat rekomendasi dari Pusrengun BPPSDM Kesehatan Kemenkes RI (mohon kirim berkas terlebih dahulu ke Pusrengun) dengan alamat: Jalan. Hang Jebat III Blok F3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

2) Apabila yang bersangkutan akan bekerja di luar negeri dan tidak butuh segera STR mohon diajukan ke MTKP setempat. Jika STR dibutuhkan mendesak maka diperbolehkan mengajukan ke MTKI dengan persyaratan dan prosedur sesuai dengan nomer 1 di atas.

Untuk hal-hal yang tidak jelas, silahkan ditanyakan langsung ke sekretariat MTKI dengan alamat : Jalan Hang Jebat III Blok F3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan
No. Tlp: 021-72800743

Terkait Pengurusan STR bisa juga kontak ke MTKP tiap-tiap Propinsi. Berikut Daftar Kontak MTKP SE-INDONESIA:

SUMATERA UTARA
Jln. H.M. Yamin, SH No.41 A Medan
HP: 081264086000, Telp: 061-4524550
drgjauhari@yahoo.com, Fax: 061-4524550

SUMATERA BARAT
Jln. Perintis Kemerdekaan No. 65 Padang
HP: 0811668930 Telp: 0751-39796
drgbakhtar@yahoo.co.id Fax: 0751-33437

RIAU

Dinas Kesehatan Provinsi Riau
HP: 08127675877 Jln. Cut Nyak Dien III Pekanbaru
Telp: 0761-32810 mtkp.riau@gmail.com
Fax: 0761-24260

BANGKA BELITUNG
Komplek Perkantoran Propinsi Kep. Babel
HP: 08127302863 riyadi_citro@yahoo.co.id
Telp: 0717-439034 dinkes_kepeg@yahoo.co.id
Fax: 0717-439034

JAWA BARAT
Jln. Pasteur No. 25 Bandung Jawa Barat
HP: 08122325625 enoersita5@yahoo.com
Telp: 022-4266516 mtkpjabar12@gmail.com
Fax: 022-4266516

JAWA TENGAH
Dinas Kesehatan Provinsi Jateng
Jln. Piere Tendean No. 24 Semarang
Telp: 024-3511351 mtkpjateng@yahoo.co.id ext: 415 ,Fax: 024-3581963

DIY
Dinkes Kesehatan Provinsi DIY
HP: 08174114155 Jln. Tompeyan R III / 201 Yogyakarta
Telp: 0274-580987 elvyeffendie@yahoo.com Fax: 0274-580987

BALI
Dinas Kesehatan Provinsi Bali HP: 085935353510

Jln. Melati No.20 Denpasar (sekretariat an Naning)
o_nenk@yahoo.co.id Telp: 0361-222412 Fax: 0361-234

KALIMANTAN SELATAN
Jln. Belitung Darat 118 Banjarmasin HP: 081230797474

Telp: 0511-3355661 sukamto.67_bjm@yahoo.co.id

KALIMANTAN TIMUR
Jln. A. Wahab Syahranie Samarinda HP: 081347363909
nakeskltim@gmail.com Telp: 0541-748681
tantrihas@yahoo.co.id Fax: 0541-748681

KALIMANTAN TENGAH
Jln. Yos Sudarso No. 9 Palangkaraya
HP: 081528321511 Telp: 0536-3220434
mtkp_kalteng@yahoo.com Fax: 0536-3220434

GORONTALO
Jln. Pangeran Hidayat HP: 081340222537 Kel. Paguyaman Kec. Kota Tengah
Telp: 0435-831605 mtkp_gorontalo@yahoo.com Kota Gorontalo
831604 Fax: 0435-831604
SULAWESI BARAT
Jln. Kurungan Bassi No. 19 Mamuju HP: 081342126262 Telp: 0426-21027
mtkp_sulbar@yahoo.com Fax: 0426-22579

MALUKU
Jln. Dewi Sartika Karang Panjang
Ambon Telp: 0911-355668 asraramq@rocketmail.com/ 355158 Fax: 0911-355668 / 345924

NTB
Jln. Swaramahardika Mataram HP: 0818361764 nining_70@yahoo.co.id

Dinkes Provinsi NTB

NTT
Dinkes Provinsi NTTHP: 081331567070wkimdju@yahoo.comJln. Palapa 22 KupangTelp: 0380-820189 florentianustat@yahoo.co.id Fax: 0380-820189

NAD
Jln. TGK Syech Mudawali HP: 081528321511 No. 6 Banda Aceh Telp: 0651-28356
sariesna@yahoo.com Fax: 0651-28356

SULAWESI SELATAN
Dinkes Prov. Sulsel HP: 081241297071 MTKP.SULSEL@yahoo.co.id

Jln. Perintis Kemerdekaan KM 11 No. 11 Tamalanrea Makassar

JAMBI
Jln RM. Nuratmadibrata, Jambi 0741-61175
mtkpjambi@yahoo.com
DKI JAKARTA
Jln. Dinas Kesehatan No. 10, Jakarta Pusat HP: 08129386323
arianimurti@yahoo.co.id Telp: 021-3451338

LAMPUNG
Dinkes Prov Lampung0721-264091 / 0812-7906157
ppsdmdinkeslampung@yahoo.com Jln. Dr. Susilo No. 46 Pahomah Bandar Lampung

MALUKU UTARA
Jln. Raya 40 Soffi Kec. Oba Utara Tidore 08129089411/0921-3127596(fax)
fantoafyan@yahoo.co.id Maluku Utara 0921-3128555

MTKP BANTEN

Dinkes Provinsi Banten 0254-267023 / 081-806230240
leli.sdk_banten@yahoo.com Jln. Syeich Maulana Al- Bantani KP3B, Serang

PAPUA BARAT
Jln. Kotaraja No. 2 Manokwari 0986-212817 nurma_dr@yahoo.com

KALIMANTAN BARAT
Jln. Abdul Hadi No. 07 Pontianak 0561-766854 / 0852-45370499
dd.live@ymail.com 0561-766854 (Fax)

SULAWESI TENGAH
Jln R.A. Kartini No. 11 Palu 0451-421070 / 0816-240449
mtkp_sulteng@yahoo.com

JAWA TIMUR
Dinkes Prov Jawa Timur 031-8291745 / 081-334627768
cid_akzi@yahoo.com Jln. A. Yani II Bsofie_nayma@yahoo.com

BENGKULU
Jln Indragiri 2 Padang Harapan 0736-22428 / 0852-17781210
yellowdee1725@gmail.com 0736-23276, 21290, 343549 dinkesbkl@yahoo.com

PAPUA
Jln. Raya Abepura Kotaraja Jayapura 0967-581558

SULAWESI UTARA
Dinkes Prov Sulut 0431-862892 / 0815-2301801
kepegdiknas_sulut@yahoo.com Jln. 17 Agustus Manado Sulut

KEP RIAU
Jln. Ahmad Yani 162, Tanjung Pinang
0771-7330132 / 0811755211 anidewiyana@yahoo.co.id

SUMATERA SELATAN
Jln. Dr. Moh Ali Komp. RSMH KM 3,5 0711-321707 (fax), 0812-675877
mahdalena.desi@yahoo.com Palembang